Dampak Pandemi, Pengaruhnya Terhadap Penjualan Mobil Bekas

Dampak Pandemi, Pengaruhnya Terhadap Penjualan Mobil Bekas

Saat pandemi COVID-19 muncul, penjualan mobil bekas di Indonesia justru mengalami peningkatan, terutama di wilayah DKI Jakarta. Ada beberapa alasan yang mendasarinya yaitu penerapan kredit mobil bekas murah DP ringan yang semakin meringankan beban pembelian mobil dan juga faktor keamanan. 

Harga mobil bekas yang lebih terjangkau memang sesuai dengan kondisi ekonomi dan kebutuhan masyarakat saat ini. Sebab, akibat dari pandemi ini banyak orang yang mengalami masalah ekonomi. Meskipun tidak mengalami PHK atau dirumahkan, beberapa perusahaan ada yang mengeluarkan kebijakan berupa pengurangan gaji. Dalam kondisi seperti ini, harga mobil bekas yang beragam dan terjangkau tentu menjadi pilihan tepat untuk yang membutuhkan mobil pribadi. Apalagi kualitasnya juga tidak kalah saing daripada mobil baru, selama Anda bisa memilih mobil yang tepat.

Mengutip Republika.com, menurut salah satu tenaga penjual mobil di daerah Jakarta Selatan mengakui bahwa selama pandemi COVID-19, penjualan mobil bekas dan mobil langka meningkat 25% di bawah harga normal baru, dengan harga jualnya sendiri mulai dari Rp50 juta hingga Rp 1 miliar. Beberapa penjual mobil bekas di Jakarta juga mengakui mereka menurunkan harga mobil bekasnya semenjak pandemi akibat penjualan tidak seramai saat sebelum pandemi muncul di Indonesia. 

Saat ini, kondisi perekonomian memang sedang dalam tahap pemulihan. Terlihat dari mulai banyaknya perusahaan yang kembali beroperasi secara normal. Meskipun begitu, untuk mengembalikan kondisi ekonomi seperti sebelumnya tentu bukan hal yang mudah dan membutuhkan waktu cukup panjang. Sementara dengan kondisi aktivitas yang mulai kembali normal, akan semakin berdampak pada kebutuhan mobil bekas.

Mengapa begitu?

Karena banyak masyarakat yang biasa menggunakan transportasi umum untuk pulang pergi ke kantor beralih menggunakan kendaraan pribadi dengan alasan keamanan. Jika menggunakan transportasi umum, mereka tidak tahu apakah orang di sekitarnya ada yang OTG COVID-19 dan berpotensi menginfeksi atau tidak? Sementara jika menggunakan kendaraan pribadi, Anda akan terbebas dari kontak dengan orang asing setidaknya selama dalam perjalanan.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda termasuk yang tertarik membeli mobil bekas untuk transportasi keseharian ataukah tetap bertahan menggunakan transportasi umum?

0 komentar:

Posting Komentar